Sate Matang: Sajian Sate Berkuah Unik dari Aceh yang Bikin Nagih

Sate Matang: Lebih dari Sekadar Sate

Kalau biasanya kamu makan sate dengan bumbu kacang atau kecap, Sate Matang dari Aceh akan memberi pengalaman berbeda. Sate ini disajikan dengan kuah kaldu berbumbu kari yang hangat dan kaya rempah. Satu suapan bisa langsung membawa kamu ke suasana kedai di dataran tinggi Aceh dengan aroma daging bakar dan rempah-rempah yang menggoda.

Asal-usul Nama “Sate Matang”

Uniknya, nama “Sate Matang” bukan berarti “sate yang matang dimasak”, tapi diambil dari nama daerah asalnya: Kecamatan Matang Glumpang Dua, Kabupaten Bireuen, Aceh. Dari sinilah makanan ini pertama kali populer, dan kemudian menyebar ke seluruh Aceh bahkan luar daerah.

Ciri Khas Sate Matang

Berikut adalah keunikan Sate Matang yang membedakannya dari sate daerah lain:

Daging sapi atau kambing, dipotong besar dan dibumbui dengan rempah seperti ketumbar, bawang putih, dan jintan sebelum dibakar. Dibakar dengan bara api hingga permukaan daging sedikit gosong, memberikan rasa smokey yang khas. Kuah kaldu kari yang gurih dan sedikit pedas, terbuat dari rebusan tulang, rempah-rempah, dan santan encer. Disajikan bersama lontong dan bawang goreng sebagai pelengkap.

Perpaduan antara sate bakar dan kuah hangat ini menjadikan Sate Matang sangat cocok disantap di malam hari atau saat cuaca dingin.

Sensasi Rasa yang Menghangatkan

Saat pertama kali menyuap Sate Matang, kamu akan merasakan:

Gurih dan wangi dari daging bakar Rasa kari yang ringan namun beraroma kuat Keseimbangan antara rasa daging, kaldu, dan rempah Tekstur kenyal yang membuat kamu ingin tambah lagi

Tidak heran jika Sate Matang sering dianggap sebagai salah satu comfort food terbaik di Aceh.

Di Mana Bisa Menemukan Sate Matang?

Sate Matang bisa ditemukan di hampir semua kota besar di Aceh. Namun, untuk rasa paling otentik, kamu bisa mencarinya di Bireuen atau sekitarnya. Beberapa tempat terkenal antara lain:

Sate Matang Yakin Rasa – Matang Glumpang Dua Sate Matang Bireuen Asli – Banda Aceh Sate Matang Lampriet – Pinggir jalanan malam Banda Aceh

Di luar Aceh, beberapa rumah makan Aceh di Medan atau Jakarta juga menyajikan versi ini, terutama di kawasan komunitas Aceh.

Kesimpulan

Sate Matang adalah bukti bahwa sate tak harus disajikan dengan bumbu kacang atau kecap. Dengan kuah kari rempah yang khas dan daging bakar beraroma smokey, makanan ini menyajikan pengalaman kuliner yang benar-benar beda. Wajib dicoba oleh pecinta sate dan penjelajah rasa Nusantara!

NUSANTARALOKA akan terus hadir dengan cerita-cerita kuliner penuh cita rasa dari berbagai daerah di Indonesia.

Yuk, terus ikuti dan cicipi ragam rasa dari Sabang sampai Merauke!