Eungkot Keumamah: Makanan Pejuang dari Tanah Rencong
Di Aceh, ada satu hidangan unik yang bentuknya menyerupai potongan kayu, tapi justru nikmat saat disantap. Namanya Eungkot Keumamah, dikenal juga sebagai Ikan Kayu. Bukan hanya sekadar makanan, Eungkot Keumamah adalah bagian dari sejarah perjuangan rakyat Aceh dan simbol ketahanan pangan tradisional.
Apa Itu Eungkot Keumamah?
“Eungkot” berarti ikan, dan “keumamah” berasal dari kata dalam bahasa Aceh yang merujuk pada proses pengeringan dan pemasakan ulang. Eungkot Keumamah dibuat dari ikan laut seperti tuna atau tongkol yang direbus, lalu dikeringkan hingga keras seperti kayu. Setelah itu, ikan dipotong-potong dan dimasak kembali dengan bumbu khas.
Karena teksturnya yang keras dan awet, makanan ini bisa disimpan dalam waktu lama tanpa pendingin. Dulu, Eungkot Keumamah dibawa oleh para pejuang Aceh ke medan perang sebagai bekal tahan lama.
Proses Pembuatan yang Khas
Langkah-langkah pembuatan Eungkot Keumamah meliputi:
Merebus ikan segar dengan garam hingga matang. Mengupas dagingnya, lalu dijemur di bawah matahari sampai benar-benar kering dan keras. Ikan kering ini bisa disimpan selama berbulan-bulan. Saat akan dimasak: Dipotong kecil Direndam sebentar Dimasak kembali dengan bumbu Aceh seperti cabai, bawang, kunyit, dan asam sunti.
Cita Rasa yang Unik
Eungkot Keumamah punya rasa gurih khas ikan laut yang berpadu dengan bumbu pedas dan asam. Teksturnya kenyal dan sedikit berserat, mirip dendeng tapi berbahan ikan. Semakin lama dimasak, cita rasanya justru makin dalam dan nikmat.
Biasanya disajikan dengan nasi putih hangat, sambal asam sunti, dan sayur daun singkong sebagai pelengkap.
Tradisi dan Nilai Budaya
Dalam budaya Aceh, Eungkot Keumamah sering dihidangkan saat acara kenduri, maulid, atau bahkan sebagai lauk harian. Karena proses pembuatannya membutuhkan kesabaran dan keuletan, makanan ini juga melambangkan ketekunan dan kesederhanaan dalam hidup.
Di Mana Bisa Menikmati Eungkot Keumamah?
Kamu bisa menemukan Eungkot Keumamah di rumah makan tradisional di Aceh Besar, Banda Aceh, dan Pidie. Beberapa restoran bahkan menjual dalam bentuk kemasan sebagai oleh-oleh khas Aceh.
Rekomendasi tempat:
RM Keumamah Ulee Kareng – Banda Aceh Kedai Makan Tradisi Aceh – Aceh Besar Toko Oleh-oleh Aceh Meuligoe
Kesimpulan
Eungkot Keumamah adalah bukti bahwa makanan tradisional bisa menyimpan sejarah, filosofi, dan rasa yang bertahan lintas generasi. Meski dikenal sebagai “ikan kayu”, rasanya jauh dari keras—justru lembut dalam kenangan dan hangat dalam setiap suapan.
NUSANTARALOKA akan terus menelusuri kekayaan kuliner lokal yang penuh makna dan cita rasa.
Ikuti terus untuk menjelajahi ragam rasa dari Sabang hingga Merauke!
