Tiap pagi saya dan suami mengantar adel dan maro sekolah. Tidak seperti biasanya gurunya adel memanggil kami untuk masuk keruangannya.
“Pak guntur.. Bisa masuk dulu”
Kamipun langsung diajak duduk diruangannnya.
“Saudara saya mau urus paspor, pak guntur bisa bantu ya pak?”
“Bisa..” pak guntur menjawab dengan pasti.
Karna itu memang kerjaannya setiap hari2. Sudah tepat sekali bu meri meminta tolong suami saya.
“Tapi, paspornya harus jadi besok pak, karna lusa dia harus masuk ke singapore. Bisakan pak..?”
“Besokkk ya..?” Tanya pak guntur sambil tersenyum. Aku pun ikut tersenyum karna aku tahu apa yang ada dalam pikiran pak guntur sama dengan pikiranku yaitu “gak bisa.”
Normalnya proses pembuatan paspor adalah 7 hari, paling cepat kalo sedang beruntung bisa siap dalam 3 hari.
Kemudian seorang perempuan di samping bu meri memohon.
“Pak.. Tolong saya, lusa saya harus kesingapore, kalo tidak semua acara bisa kacau”
“Iya pak, tolong dibantulah bagaimana caranya. Sodara saya ini sudah ke beberapa biro jasa semuanya tidak ada yang bisa” bu meri menambahi
“Ini berkas2 saya pak” soadara bu mery menyerahkan map tebal.
“Tunggu ya bu” pak guntur menolak menerima map itu.
“Soalnya ini spesial banget bu. Saya pastikan dulu ke orang saya bisa njamin paspor besok bisa keluar apa tidak, kalo bisa, nanti akan saya ambil berkasnya”
“Tolong saya pak. Berapapun biayayanya akan saya bayar. Yang penting saya bisa masuk ke singapore lusa pagi” dia memohon sambil memaksa saya untuk membawa map tersebut.
Di dalam mobil, perjalan menuju kantor, saya mencoba menghubungi benerapa orang dalam di imigrasai untuk membantu. Dan sungguh keberuntungan ada yang bisa membuatnya, bisa membantu meskipun , saya harus pagi buta mengantar pagi buta ke belakang padang. Karna paspor itu hanya bisa di proses di belakang padang.
Setelah mengkonfirmasi harga kepada saodara ibuery, eaoknya kami memproses.
Untuk paspor ini, kami benar benar tidak mengbil untung sama sekali dari prosesnya. Mengingat ibu mery juga sangat menyayangi anak2 saya disekolah, saya niatkan untuk membantu saja.
Esoknya setelah jadi saya berikan paspor itu malam2. Setelah berbasa basi mengobrol sebentar, kami pun berpamitan.
Dalam jabat tanganya bu meri menyelipkan amplop, namun pak guntur menolak, karna dari awal kami memang tidak mau mengambil ongkos jasa untuk paspor ini. Tapi bu meri terus memaksa, dan dengan penuh ikhlas akhirnya saya memnerina amplop tersebut setelah bu meri berkata “mohon diterima.. Saya sudah senang sekali paspor ini jadi. Mohon diterima ya pak”
Ini yang saya sebut, “apapun yang sudah menjadi hak kita akan tetap mengalir ke kita, meskipun kami sudah menolaknya., entah bagaimana caranya tuhan akan tetap mengalirkannya ke kekita”
Begitu pula ketika saya sedang kehilangan sesuatu, saya sering menasehati diri sendir untuk segera ikhlas dengan. Cara membalikananya “apapun yang tidak menjadi hak kita, sekuat apapun tangan ini menggenggenm akan terlepas juga, tuhan selalu punya caranya sendiri untuk mengambilnya dari kita, baik dengan sadar maupun tanpa kita sadari.
Dan kini kami menerapkannya juga di bisnis dan usaha kami. Usaha lami ada di batam, dan kami tinggal di jawa. Intan karyawan saya yang menghandle semuanya. Saya tidak lagi memninta laporan keuangannya. Bukan saja karna saya malas untuk mengecerk , tapi saya lebih percaya kepada hitung2annya Tuhan, saya tidak khawatir intan mengkorupso uang saya. Karna tuhan tidak akan salah mengalirkan setiap rejekinya kepada saya. Jika iya hari ini uang saya terpakai oleh intan, maka esok tuhan juga akan mengembalikanya. Begitu juga sebaliknya, jika haknya intan terlalu banyak yang mengalir kepada kami, tuhan juga akan mengabilnya. Bukan hanya laporan keuangan, bahkan saya juga memberikan lepercayaan penuh kepda intan untuk mengambil hak nya setiap bulan sendori di kas itu.
Tuhan selslu adil. Dan saya percaya.



