Setiap kelompok etnis di Indonesia memiliki budaya dan keistimewaan sendiri seperti bahasa, tradisi, pakaian adat, dan banyak lagi. Ada ratusan suku dan etnis yang membuat Negeri kita menonjol diantara negara-negara lain di Dunia. Karena tidak hanya kaya dalam jumlah kelompok suku, akan tetapi juga kaya akan keanekaragaman budayanya. Di Aceh, kita bisa menikmati kopi terbaik, yang biasa kita kenal dengan nama Kopi Gayo. Tapi bukan hanya itu saja yang menarik di Aceh. Masih ada banyak hal mengagumkan jika kita menelusuri lebih dalam tentang panorama budaya di Aceh.
Aceh memiliki beberapa jenis perhiasan tradisional untuk dikenakan pada perayaan atau festival adat di hari-hari tertentu. Setiap jenis perhiasan memiliki keunikannya sendiri.

Anting-anting Bungong Mata Uro
Bungong Mata Uro adalah aksesori tradisional Aceh. Perhiasan anting ini memiliki bentuk seperti bunga matahari (Mata Uro) dengan kelopak runcing. Perhiasan ini terbuat dari emas dan perak, anting-anting ini memiliki ukuran diameter 6 sentimeter.
Mahkota Patam Dhoe
Patam Dhoe adalah perhiasan dalam bentuk Mahkota yang memiliki tiga bagian yang digabungkan dalam satu engsel, di bagian tengahnya terdapat kaligrafi kata “Allah” dan kata “Muhammad” di tengahnya. Motif seperti ini biasanya disebut Bungong Kalimah. Mahkota Patam Dhoe terbuat dari emas atau perak berlapis emas. Mahkota ini biasanya dikenakan di dahi wanita Aceh yang sedang melangsungkan pernikahan atau dalam acara-acara adat tertentu.
Simplah
Simplah adalah jenis perhiasan yang dikenakan di payudara wanita. Perhiasan ini terdiri dari 24 lempengan heksagonal dan dua lempengan segi delapan untuk dihubungkan dengan dua rantai simplah dengan panjang dan lebar masing-masing 51 sentimeter. Lempengan simplah ini memiliki ukiran bunga dan daun dengan hiasan permata merah di tengahnya.
Culok Ok (Jepit Rambut)
Culok Ok adalah perhiasan untuk rambut yang biasanya dimasukkan di sisi sanggul. Ada empat jenis Culok Ok, yaitu Bintang pecah, Bungong keupula, Bungong Sunteng, dan ulat sangkadu.
Peuniti
Mungkin kita sudah tidak asing dengan istilah peuniti. Iye benar. Peuniti adalah perhiasan untuk menyematkan gaun wanita. Peuniti Aceh terbuat dari emas. Peuniti memiliki tiga motif dekoratif yang diambil dari Pinto Aceh, dalam bentuk pintu rumah Aceh. Matif-motif itu berbentuk boh eungkot yaitu lingkaran kecil seperti telur ikan, pucuk pakis, dan bunga.
Ayeum Gumbak
Ayeum Gumbak adalah perhiasan yang dipakai sebagai pelengkap tutup kepala Pria. Perhiasan ini terbuat dari emas atau perak berlapis emas dan permata.
Itulah beberapa jenis perhiasan Aceh dari sisi Budaya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman yang ingin menambah wawasan pengetahuan akan ragam budaya Nusantara.