Tanah merupakan Penghubung Manusia dengan Bumi

Tanah Adalah Penghubung Manusia Dengan Bumi.

Dikarenakan sedari kecil saya selalu diingatkan untuk memakai alas kaki saat berjalan ditanah, maka dalam benak saya tanah itu kotor.

Namun ternyata tanah adalah unsur hidup, ia memiliki kecerdasannya untuk menghubungkan manusia dengan bumi.

Apa yang kita sebut dengan “tubuh” hanyalah sebagian kecil dari planet ini, karena semua merupakan akumulasi dari makanan yang telah kita makan, akumulasi dari air yang telah kita minum.

Coba pikirkan, saat ini kita berjalan dan berlari di atas bumi, dan beberapa waktu kedepan saat kita sudah mati kita akan menjadi gundukan kecil di tanah. Jadi jika dalam hidup, kita hanya mengotori tubuh kita maka anda sebenarnya hanya mengotori tanah saja. (Pikiran juga merupakan bagian dari tubuh)

Oleh karena itulah kenapa nenek moyang kita mengajarkan kita untuk menghormati makanan, air, udara, langit, matahari, bulan, batu, pohon – apa saja! Leluhur kita tidak melihat semua benda itu sebagai barang dagangan, sebagai sesuatu yang dapat kita beli, kita gunakan lalu dibuang. Kita tidak dapat membuang apa pun dalam dunia keberadaan ini. Karena kita hanyalah sebagai saluran transformasi saja. Melewati tubuh kita, semua yang masuk ke dalam pengalaman tubuh kita akan dirobah menjadi sesuatu yang lain. Tidak ada satupun yang bisa kita curi dalam planet ini, termasuk tubuh kita sendiri.

Udara yang kita hirup, tubuh yang kita bawa saat ini, merupakan akumulasi jutaan tubuh di masa lalu. Termasuk tumbuhan, serangga, dan binatang apa saja, juga termasuk tubuh manusia. Berapa banyak mahluk yang mati diatas tanah ini, dan berapa banyak hasil bumi yang kita makan tumbuh di atas tanah ini?

Dan apapun kenyataannya sekarang kita berdiri di atas tanah yang sudah melewati setiap bentuk kehidupan. Yang sudah mendukung setiap aspek kehidupan kita Tanah yang usianya jauh lebih tua dari pada kita, tanah yang lebih bijaksana dari pada kita, tanah yang jauh lebih cerdas dari pada kita, bahkan sudah memiliki proses yang jauh lebih besar daripada kita sebagai pribadi. Kita hanyalah karakter kecil di seluruh pengalaman yang terjadi saat ini

Apa yang terjadi jika anda menolak atau membenci tanah tempat anda berpijak? Jika tanah memiliki kecerdasannya sendiri, dan anda menolak tanah tempat anda berpijak, apakah anda pikir kecerdasan tanah ini juga tidak akan menolak anda. Mungkin jika anda mati anda akan tetap dikuburkan, tapi jika dari awal anda sudah menolaknya, maka tanah ini hanya akan merespon program dan kemauan anda, karena sebenarnya anda sendiri yang menciptakan penolakan. Seberapa lama waktu daur ulang anda hanya tanah saja yang tau. Semakin lama waktu daur ulang anda semakin lama anda harus menunggu kemanunggalan anda sendiri dengan sumber pencipta. Sampai molekul materi tubuh dan mind anda teruraikan.

Bumi yang kita jalani ini memiliki rasa, kecerdasan dan ingatan. Penting untuk tetap terhubung dengan bumi.

Jika kita ingin hidup dengan baik, hormatilah tanah dan bumi yang kita tinggali, yang sudah memberi kita kehidupan. Karena pada kenyataannya kita hidup di tanah yang kita pijak saat ini.

Bagaimana caranya terhubung dengan bumi?

Sering-seringlah berjalan kaki telanjang diatas tanah, dan memegang tanah dengan tangan telanjang, mungkin berkebun adalah cara yang paling menyenangkan,

Atau dengan cara duduk bersila ditanah, carilah tanah yang kering duduklah dengan nyaman. Bersentuhan dengan bumi setiap hari, itu akan menyelaraskan proses fisiologis dalam sistem tubuh kita. Usahakan untuk menghabiskan setidaknya beberapa menit di taman, bertelanjang kaki, menyentuh tanaman atau pohon, karena bumi adalah dasar kehidupan. Ini adalah cara sederhana untuk terhubung dengan bumi.

Jika kita makan, bernafas, atau minum, ketahuilah bahwa kita sedang mengambil bagian dari planet ini.

Akan lebih baik jika kita bisa menyadari setiap napas yang kita ambil. Ketika kita menghirup udara, sadarlah bahwa kita sedang menghirup aspek tertentu dari planet ini. Ketika kita makan sesuatu, sadarilah bahwa kita sedang makan bagian dari planet ini. Ketika kita minum air, sadarilah bahwa Anda sedang minum bagian dari planet ini

sudah sepantasnya kita memahami secara intelektual dan sadar akan adanya keterhubungan manusia dengan tanah , walaupun itu saja belum cukup membawa kita pada pemahaman yang sejati.

Ditempat tanah yang telah memberimu kehidupan ibarat seorang Ibu yang menyusui anaknya. Mother-Land yang dalam bahasa kunonya adalah PERTIWI.

Rahayu 🙏🏻

——–

Sumber artikel:

Tinggalkan komentar