Saya yakin semua wanita yang jadi TKW sekarang ,tidak pernah memimpikan apalagi mencita2kan untuk menjadi TKW sebelumnya.
Siapa sih yang punya cita2 jadi pembantu,? Meskipun itu diluar negeri sekalipun, saya yakin tidak pernah dicita2kan oleh siapapun.
Menjadi TKW pernah menjadi satu2nya pilihan yang bisa saya lihat ketika terlilit hutang waktu itu.
Waktu itu saya masih kuliah semester 3 di universitas jendral soedirman. Kemudian terpaksa dinikahkan segera dengan pacar yang baru setahun berpacaran. Saya hamil duluan. Setelah 4 bulan menikah saya memutuskan untuk berhenti kuliah dan berangkat menjadi TKW.
Semua teman dan keluarga hanya melihatku bodoh..!!bahkan sebagian besar telah melaBeliku GAGaL. Bahkan saya sendiri pernah mengiyakan nya “saya GAGAL”. Ini sungguh tidak mudah bagi saya.
Namun buat saya melihat orang tua melunasi hutang2ku lebih manyakitkan lagi. Sudah cukup banyak kebandelanku yang membuat sdih orang tuaku. Aku benar2 tidak sanggup lagi melihat mereka menangisi semua kenakalannku. Dan menjadi tkw adalah keputusan terbesarku untuk bertanggung jawab dengan semuanya. Aku akan melunasi hutang2ku sendiri. Aku memang melukai orang tuaku lagi kali ini dengan berhenti kuliah, tapi aku akan tetap bisa sukses dengan menjadi tkw.
Impian terbsarku waktu itu adalah bisa melunasi hitang, membuat rumah untuk rumah tangga ku, dan memiliki sedikit modal untuk usaha di indonesia.
Menjadi tkw, saya sangat sadar pekerjaannya akan berat dna yang lebih berat lagi adalah membopong keronduan yang bergitu bersar untuk orang yang ku cintai.