Sepaket cinta

  
Pertama jumpa dengan guntur sulaksono (suami saya) disingapore, tidak pernah sedikitpun aku naksir dengannya.

Jujur, tidak ada sama sekali kriteria cowok idamanku yang terlihat didirinya. 

Hingga suatu ketika aku sedang ngobrol asyik dengan sahabatnya (agus dan topa kalo gak salah). 

Tiba2 dia meraih sebuah gitar.

“Jrengggg…..” Dia mengutak atik senarnya. Aku menoleh dengan cepat melihatnya. 

Jujur Aku suka sekali dengan laki2 yang bisa main gitar, karna itulah mungkin fokusku ngobrol menjadi terganggu sedikit untuk mengetahui siapa yang memegang gitar. 

Tapi itu tidak berlangsung lama, kemudian aku tak memperdulikannnya lagi, dan kembali ngobrol dengan sahabatnya. 

Setelah beberapa menit kemudain dia memulai memainkan senarnya.  Seketika itu hatiku langsung memberikan fokus yang dalam kepadanya. Namun kali ini aku tetap dengan posisi bertahan untuk tidak menolehnya. Aku tidak mau dia melihatku  yang mulai kagum. Gengsi donk.

Dia memainkan petikan gitar lagunya metalika yang berjudul “nothing else mater” dengan sangat sempura.

“Gila.. Ini cowok emang gak keren. Tapi kalo main gitarnya kayak gini…Sumpahh…! Romantiss.. Banget.! 

Hatiku terus berdeung menggumi kepiwaiannya memetik senar gitar. 

Baru setelah berpacaran beberapa bulan, tidak sengaja aku membongkar kebusukannya.  

“Say…lagunya Hotel california donk..”

“Aku gak hafal say..!”

“Yawes lagunya shela on seven deh gak apa, yang judulnya ..”

“Yang itu juga belum pernah latihan”

“Lagu apa aja deh, yang penting jangan metalika oke..!”

“Gak bisa say..aku kan bisanya cuma petikan lagunya metalika aja.”

Kampreeettt…!Kupikir dia beneran mahir. Ternyata cuman lagu itu yang dia bisa, pantesan bisa sampai mahir, lha bolak balik terus dimaininnya.

Tapi cinta tetaplah cinta.. Semakin aku mencintainya semakin semuanya tampak sempurna, sehingga berjuta2 meskipun yang ada didirinya sudah tak lagi kupedulikan.

Aku tetap mencintainya meskipun sebenarnya dia tidak mahir main gitar.  
Aku tetap mencintainya meskipun dia kurus.
Aku tetap mencintainya meskipun dia tidak romantis.

Aku tetap mencintainya meskipun dia hitam. 

Aku tetap mencintainya meskipun dan sebagainya dan sebagainya. 

Bukan cinta namanya, jika tidak ada meskipun/ walaupun.
Mencintai karena cantik, ganteng,baik, kaya, pintar dan sederet sodaranya adalah wajar. Mungkin juga itu bukan cinta tapi sedkedar suka.

Karena cinta selalu menerima sepaket kelebihan dan kekurangannya. 

Tinggalkan komentar