Waktu masih di batam suami pernah dapet job dari ibu mery (gurunya adel dan maro) untuk renew paspor sodaranya.
Permintaannya Paspor harus jadi dalam 2 hari. Normalnya hanya bisa siap dalam 7 hari, atau jika sedang beruntung bisa siap dalam 5 hari. 
Ibu mery menyadari, bahwa permintaannya ini sangat spesial. Apalagi beliau juga bercerita sebelum meminta tolong suami saya, sudah mencobanya ke beberapa biro jasa. Dan semuanya tidak ada yang sanggup. 

Entah dapet wangsit dari mana tiba2 beliau ingat dengan suami saya yang kebetulan tiap hari berurusan dengan TKI, jadi tidak jauh2 juga dari urusan paspor.
“Pak,, saya minta tolong gimana caranya pokoknya lusa pagi sodara saya harus bisa masuk ke singapore. Kalo tidak smua bisa kacau.” 
Ibu mery sepertinya memanng sudah pasrah banget kali ini. Sepertinya memang urgent sekali, namun begitu kami tetap menjaga kode etik untuk tidak menanyakan alasannya. 
“Iya bu, saya akan usahakan. Secepatnya akan saya kabarin. Jika memang bisa, akan saya urus secepatnya. Jika tidak bisa, ya berarti memang tidak bisa bu” 

seperti biasa jawaban suami saya selalu hebat menurut saya.
“Tolong di usahakan pak, UANG TIDAK JADI MASALAH” kali ini ibu mery menegaskan kalimatnya. 
Setelah telpon semua relasi di imigrasi, alhamdulillah dapat orang yang bisa membantu, meskipun akhirnya harus di urus diluar batam. Dan biaya juga sudah bisa ditebak sangat fantastis.
Biasanya untuk job spesial seperti ini suami akan menambahkan keuntungan lebih dari biasanya, selain karena lebih rumit, juga karna ada kesempatan uang tidak jadi masalah tadi.
Tapi kali ini sengaja kami tidak menambahkan biaya sepeserpun dari biaya yang di berikan oleh pengurus. 
Bukan karna kami sedang tidak butuh uang. Tapi Saya tahu maro (anak kedu saya) selalu menjadi anak kesayangan beliau di sekolah. Mengingat semua itu kami memutuskan membantu saja untuk job ini, alias tidak membisniskannya. Mungkin bisa diartikan bentuk terimakasih kami telah mencintai anak2 kami.
Kamipun segera menemui ibu meri kembali. Sudah kuduga Beliau terlihat sangat bahagia, bahkan setelah saya mengkonfirmasi harganya juga dia tetap terlihat sangat bahagia. Itu Berarti benar2 kali ini uang tidak jadi masalah untuknya. 
Esok malamnya setelah paspor siap kami segera mengantar ke rumah beliau. Setelah sedikit berbincang kamipun segera berpamitan.

Dalam sesi jabat tangan, ibu meri meyelipkan amplop di tangan suami saya. Karna keputusan memang telah dibuat, suami saya pun menolak. 
“Tidak usah bu. biaya yang kemarin sudah cukup.” Saya pun terpaksa ikut membantu melakukan penolakan. 
Tapi beliau terus memaksa. Begitupun saya dan suami tetap menolaknya. 
“Ibu guntur.. Mohon diterima. Saya sudah sangat bahagia sekali sodara saya bisa menemani ibunya yang akan dioperasi besok. Mohon untuk diterima bu..”
Dan akhirnya kami terpaksa harus menerima dangan bahagia. Kali ini kami sungguh tidak bisa menolaknya lagi. 
Dalam perjalanan pulang kami terus bercerita tentang kebahagian kami telah berhasil menolong keluarga bu mery hari ini. 

Sambil membuka amlpop dan dan semakin berucap syukur yang tiada henti2nya.

Nilai yang di berikan ibu mery pas sekali seperti biasa kami menambahkan keuntungan. 

Memang benar adanya Tuhan tidak pernah salah hitung. Apa yang menjadi hak kita akan tetap diberikan kepada kita. 

Ini yang saya sebut, “apapun yang sudah menjadi hak kita akan tetap mengalir ke kita, meskipun kami sudah menolaknya., entah bagaimana caranya tuhan akan tetap mengalirkannya ke kekita”
Begitu pula ketika saya sedang kehilangan sesuatu, saya sering menasehati diri sendir untuk segera ikhlas dengan. Cara membalikananya “apapun yang tidak menjadi hak kita, sekuat apapun tangan ini menggenggenm akan terlepas juga, tuhan selalu punya caranya sendiri untuk mengambilnya dari kita, baik dengan sadar maupun tanpa kita sadari. 
Dan kini kami menerapkannya juga di bisnis dan usaha kami. Usaha lami ada di batam, dan kami tinggal di jawa. Intan karyawan saya yang menghandle semuanya. Saya tidak lagi memninta laporan keuangannya. Bukan saja karna saya malas untuk mengecerk , tapi saya lebih percaya kepada hitung2annya Tuhan, saya tidak khawatir intan mengkorupso uang saya. Karna tuhan tidak akan salah mengalirkan setiap rejekinya kepada saya. Jika iya hari ini uang saya terpakai oleh intan, maka esok tuhan juga akan mengembalikanya. Begitu juga sebaliknya, jika haknya intan terlalu banyak yang mengalir kepada kami, tuhan juga akan mengabilnya. Bukan hanya laporan keuangan, bahkan saya juga memberikan lepercayaan penuh kepda intan untuk mengambil hak nya setiap bulan sendori di kas itu. 

Tinggalkan komentar